BERTEMAN SAJA?



Aku mengenalnya melalui aplikasi kencan yang baru-baru ini cukup populer. Mencoba mencari keberuntungan di antara banyak kemungkinan. Hanya sekadar main awalnya. Tetapi lama-lama capek juga. 

Dari sekian banyak pria yang match denganku ada dua pria yang membuatku sedikit tertarik. Aku tidak akan menyebutkan namanya, sudah jelas untuk menjaga kerahasiaan ini. Sebelum aku bercerita, bagaimana kalau aku menjelaskan dulu dua sosok berbeda ini? 

Laki-laki pertama dengan jarak kota yang tidak jauh, baik, polos (menurutku), pekerja keras (karena sebuah tuntutan). Kita sering bertukar kabar melalui chat whatsapp. Saling menanyakan kabar, dan bisa menjagaku (mungkin). 

Laki-laki kedua dengan jarak kota yang jauh, aku di Jawa Timur sedangkan dia di Jawa Barat tepatnya di Jakarta. Aku tidak mengenal banyak tentang laki-laki ini. Setelah chat di aplikasi kencan, kami memutuskan untuk saling menyimpan nomor whatsapp. Kukira dengan begitu, kita akan setidaknya lebih sering untuk berkomunikasi. Ternyata tidak. Sampai hari ini sekadar menjadi penonton story whatsapp. 

Kembali ke laki-laki pertama, hari ini dia menepati janjinya untuk menemuiku. Karna memang jarak kota tidak terlalu jauh sekitar satu hingga dua jam. Dia memakai kaos polo berwarna hitam dengan celana panjang berwarna cream. Kulitnya putih bersih. Bahkan aku sedikit minder karena dia cukup bersih apabila dibandingkan dengan aku atau dengan laki-laki lain. Menarik. Dia menjemputku dengan mobil hitamnya. Ketika diperjalanan, kami sedikit canggung karena memang baru kali pertama bertemu. Tapi kami mencoba untuk mengobrol menanyakan hal-hal lain. 

Tujuan pertama kami, makan soto di salah satu soto terkenal di kotaku. Enak. Tapi mahal bagiku. Sesekali ngobrol, mencoba mencairkan suasana. Kemudian dilanjutkan dengan nonton bioskop kemudian makan siang. Pertemuan kami berakhir sekitar pukul 15.00 WIB. 

Seperti yang kujelaskan di awal. Dia bukan laki-laki yang buruk. Dia baik. Sangat menjagaku. Tapi, entah mengapa saat hari ini kami bersama aku tidak merasakan hatiku ada padanya. Mungkin apa memang aku butuh proses untuk lebih mengenal ataukah aku sudah menyimpan perasaan dengan laki-laki kedua? 

Aneh. Tapi aku tidak tergesa-gesa dalam memutuskan. Setidaknya aku ingin memberikan hatiku merasakan diperjuangkan sambil aku menunggu kabar dari laki-laki kedua yang katanya tiga bulan lagi akan ke kotaku untuk melakukan pekerjaan. Tapi apabila aku tidak segera memberikan keputusan, bukankah aku terkesan jahat dan hanya mempermainkan? 

Aku tidak bisa bercerita tentang ini kepada siapa pun, tapi maukah kamu membaca ini? Ini rahasia. Sebenarnya aku hanya ingin berteman dengan laki-laki pertama dan ingin serius dengan laki-laki kedua. Tidak tahu mengapa. Aku juga tidak tahu alasannya. Nanti, kalau laki-laki kedua menemuiku, aku akan bercerita lagi. 


Komentar

Postingan Populer